fbpx
Error
  • The template for this display is not available. Please contact a Site administrator.

PENJAGA MASJID AL-AQSA

Mereka adalah Muslim Palestina yang menjaga keberlangsungan ibadah umat Muslim di Masjid Al-Aqsa. Oleh warga lokal, Para Penjaga Kompleks Al-Aqsa ini dijuluki “Mourabitoun” (laki-laki) dan “Mourabitat” (perempuan).


يَٰقَوْمِ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْأَرْضَ ٱلْمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِى كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا۟ عَلَىٰٓ أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا۟ خَٰسِرِينَ

“Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu
dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut pada musuh),
nanti kamu menjadi orang yang rugi.”
QS. Al-Maidah: 21


Pernah Ditahan Israel,
Penjaga Masjid Al-Aqsa Kini Makin Menderita
Usai Rumahnya Diratakan Penjajah

Israel semakin gencar meratakan rumah-rumah penduduk Palestina, termasuk hunian milik kepala penjaga Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Bulldozer milik Israel menghancurkan rumah penjaga Masjid Al-Aqsa, Fadi Aliyan (35) di desa Al-Issawiya, Yerusalem, Palestina pada Senin 22 Februari 2021 lalu.



Keluarga penjaga Masjid Al-Aqsa itu memang sebelumnya telah mendapat pemberitahuan dari pihak Israel. Menurut notifikasi dari Israel, rumah Fadi akan digusur pada akhir Februari 2021. Tak terima, penjaga Masjid Al-Aqsa segera mengajukan gugatan meskipun harus melalui pengadilan Israel.



Berbagai cara telah dilakukan Fadi dan keluarga, namun Pengadilan Israel tetap menolak gugatan penjaga Masjid Al-Aqsa tersebut. Pengadilan Israel bahkan tak mau mengindahkan petisi yang dikeluarkan pengacara Fadi Aliyan sepekan sebelumnya. Pemerintah Israel tetap diizinkan untuk meratakan rumah milik penjaga Masjid Al-Aqsa yang dianggap ilegal itu. Menurut keluarga, rumah milik penjaga Masjid Al-Aqsa tersebut dibangun sekitar 10 tahun lalu sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Middle East Monitor. Akan tetapi, pemerintah Israel secara mendadak memberlakukan denda yang begitu tinggi kepada keluarga Fadi lantaran dianggap 'dibangun tanpa izin'. Keluarga penjaga Masjid Al-Aqsa itu kesulitan membayar denda hingga akhirnya pemerintah Israel mengeluarkan pemberitahuan penggusuran.



Fadi Aliyan sebenarnya sudah pernah bersinggungan dengan pemerintah Israel empat tahun lalu. Penjaga Masjid Al-Aqsa ini sempat ditahan selama 11 bulan pada 28 Juni 2016, di tengah bulan Ramadan, usai dituduh 'menyerang aparat kepolisian' Israel. Padahal, Fadi saat itu hanya menjaga jamaah Masjid Al-Aqsa yang tengah diserang oleh pemukim Yahudi di Yerusalem. Bukan cuma Fadi, lusinan Muslim yang tengah meramaikan Masjid Al-Aqsa juga ikut ditangkap oleh pihak keamanan Israel.


Cerita Pilu Perempuan Penjaga Masjid Al Aqsa:
Bersumpah Lindungi Sampai Mati
atau Palestina Dibebaskan



Seorang perempuan secara sukarela berjaga untuk melindungi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dari serangan Israel. Perempuan bernama Hatice Huveys itu bersumpah akan terus mempertahankan situs suci Muslim itu sampai dia terbunuh atau wilayah Palestina yang diduduki dibebaskan dari pendudukan Israel. Hatice Huveys merupakan seorang guru (44), dia menceritakan keluarganya telah mengalami penuntutan dan pelecehan oleh otoritas Israel saat menjaga masjid.



Dia juga menceritakan kisah pilu saat ditahan oleh pasukan Israel sebanyak 28 kali sejak tahun 2014. Huveys meneteskan air mata untuk pertama kalinya ketika pasukan Israel melepaskan jilbab dan mantelnya saat ditahan di penjara Israel sekitar empat tahun lalu. Dia dijatuhi hukuman penjara selama 23 hari pada tahun 2017 atas tuduhan terkait dengan Masjid Al-Aqsa dan memprotes masuknya pemukim Yahudi ke situs tersebut.



Ketegangan terbaru dimulai di Yerusalem Timur yang diduduki selama bulan suci Ramadhan dan menyebar ke Gaza sebagai akibat dari serangan Israel terhadap jemaah di kompleks masjid dan lingkungan Sheikh Jarrah. Sejak 10 Mei 2021 lalu, jet tempur Israel telah melancarkan serangan udara di seluruh Jalur Gaza yang meninggalkan jejak kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah pantai pada saat gencatan senjata dimulai pada Jumat pagi antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas. Sedikitnya 279 warga Palestina tewas hingga Sabtu, termasuk 69 anak-anak dan 40 wanita, dan 1.910 lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
•••

Rp 2265000.00 Terhimpun
Rp 250000000.00 Target
0.91% Terhimpun
4 Donatur
Log in

Online Donate

Step 1Pilih Jumlah

Step 3Choose payment gateway