JAKARTA – Manajemen SADAQA kembali menerima kunjungan kemanusiaan internasional di kantor pusat mereka, Griya SADAQA, pada Selasa (28/4/2026).
Kali ini, kunjungan kehormatan datang dari lembaga MIRAY yang diwakili oleh dua tokoh senior mereka, yakni Syekh Khalid dan Syekh Roid. Pertemuan tersebut digelar dalam rangka mempererat tali silaturahmi, memperbarui informasi mengenai kondisi terkini di Palestina, sekaligus menjajaki kolaborasi program penyaluran daging qurban untuk para pengungsi di jalur Gaza.
Dalam diskusi strategis ini, pihak MIRAY memaparkan sejumlah penawaran program qurban inovatif yang dirancang khusus guna memudahkan akses bantuan logistik ke wilayah konflik. Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah paket qurban kaleng asal India yang siap dikirimkan ke Gaza dengan harga khusus untuk tiap paket berisi 20 kaleng. Guna memberikan fleksibilitas bagi para donatur, program ini juga membuka skema sedekah qurban yang dapat disalurkan secara eceran per kaleng.
Selain mematangkan skema harga, pertemuan ini juga menyepakati sejumlah regulasi teknis terkait akuntabilitas dan transparansi penyaluran. Pihak MIRAY menetapkan batas minimal pemesanan untuk dokumentasi berupa banner adalah sebanyak 150 bagian atau setara dengan 20 ekor hewan qurban. Menariknya, SADAQA juga diberikan keleluasaan untuk meminta penyesuaian standar format dokumentasi, baik dalam bentuk video maupun rekaman suara dari lapangan.
Mengingat urgensi logistik dan proses pengalengan yang memakan waktu, MIRAY memberikan tenggat waktu pemesanan terakhir hingga satu minggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Kerja sama ini diharapkan dapat segera terealisasi agar SADAQA dapat menggerakkan kedermawanan masyarakat Indonesia secara maksimal demi meringankan krisis pangan yang tengah dihadapi oleh saudara-saudara pengungsi di Gaza, Palestina.
