Serangan tanpa henti Israel telah menewaskan sedikitnya 31 warga Palestina, termasuk enam anak-anak dan beberapa petugas kepolisian, di Gaza, sehari sebelum perlintasan perbatasan Rafah dijadwalkan dibuka kembali.
Gaza — Serangan Israel kembali melukai warga sipil di berbagai wilayah Jalur Gaza, menandai pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober. Tembakan pasukan Israel, serangan udara, dan bombardir artileri dilaporkan terjadi hampir setiap hari, sementara situasi kemanusiaan di wilayah yang terkepung itu kian memburuk.
Amerika Serikat mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata di Gaza, yang berfokus pada pembentukan komite teknokrat Palestina yang bertugas mengelola kehidupan sehari-hari di Jalur Gaza selama masa transisi. Pengumuman tersebut disampaikan oleh utusan Donald Trump, Steve Witkoff, namun tanpa rincian konkret atau nama-nama, dan bergantung pada persetujuan sebuah “dewan perdamaian” yang diketuai Trump—yang hingga kini belum terbentuk.
Gaza — Badai musim dingin hebat yang melanda Jalur Gaza sepanjang bulan lalu telah berdampak pada sekitar 65.000 rumah tangga, menurut laporan terbaru Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) yang dirilis pada Selasa (6/01/2026).
- “Katastropik”: Sepuluh Negara Peringatkan Memburuknya Kembali Situasi Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel
- Puluhan Tenda Pengungsi Palestina di Gaza Terendam Akibat Hujan Lebat
- Musim Dingin Tiba, Krisis Gaza Makin Parah Akibat Akses Bantuan yang Terbatas
- Serangan Terbaru Israel di Gaza : Puluhan Tewas, Gencatan Senjata Dilanggar, Bantuan Dibatasi
