Bagi warga Gaza, garis batas yang terus bergeser bukan sekadar penanda di peta, tetapi penentu hidup dan mati.
Tanpa pemberitahuan, banyak keluarga dipaksa meninggalkan tenda dan seluruh harta benda mereka karena wilayah yang sebelumnya dianggap aman tiba-tiba berubah menjadi zona berbahaya. Di saat yang sama, rumah sakit menghadapi krisis obat-obatan, penyandang disabilitas kesulitan memperoleh alat bantu, dan kamp-kamp pengungsian menghadapi risiko kebakaran akibat kondisi tenda yang sangat padat.
Di tengah semua keterbatasan itu, satu pertanyaan terus menghantui warga Gaza: jika mereka harus pergi lagi esok hari, ke mana mereka harus mencari perlindungan?•••
