Menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Gaza tetap berusaha menciptakan kebahagiaan untuk anak-anak meski hidup dalam himpitan kesulitan dan keterbatasan.
Tahun 2026 menjadi yang ketiga warga Gaza merayakan Idul Fitri di tengah reruntuhan dan kondisi sulit yang berkepanjangan sejak Oktober 2023.
Di tengah puing-puing dan tenda-tenda pengungsian, banyak keluarga tidak mampu bersusah payah membeli pakaian atau makanan untuk sekedar merayakan Lebaran. Pasar jalanan di sekitar kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah masih banyak dikunjungi oleh warga Palestina dari wilayah lain yang mengungsi.
Di tengah keterbatasan, Warga Gaza berusaha mempersiapkan kebutuhan lebaran. Mereka terus berusaha untuk mempertahankan semangat hari kemenangan dengan berbelanja kebutuhan pokok dan menyiapkan "perayan" Idul Fitri.
Sebagaimana diketahui, UNRWA, Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pengungsi Palestina, telah menyatakan bahwa sekitar 1,9 juta orang telah mengungsi secara paksa di Jalur Gaza Palestina yang telah mengalami kerusakan 90 persen infrastruktur bangunan, termasuk lebih dari 352.000 rumah yang hancur di Gaza.
Sejak Oktober 2023 lalu, serangan tentara penjajah Israel terhadap sejumlah wilayah Gaza telah menyebabkan lebih banyak lagi gelombang pengungsi. Sementara itu serangan Israel terus berlanjut, bahkan di tengah Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.•••
