Info Terkini

 Israel Menghambat Akses Medis: Bayi Empat Bulan Tewas di Pos Pemeriksaan Ramallah

Israel Menghambat Akses Medis: Bayi Empat Bulan Tewas di Pos Pemeriksaan Ramallah

Seorang bayi Palestina berusia empat bulan meninggal dunia setelah keluarganya ditahan lebih dari satu jam di pos pemeriksaan militer Israel di pintu masuk Desa Deir Ammar, barat Ramallah (6/7).

Insiden ini menambah panjang daftar tragedi serupa di Tepi Barat yang diduduki sejak 1967.

Gubernur Ramallah dan el-Bireh, Laila Ghannam, menyebut kematian Ahmad Ma'ruf Zeid—putra satu-satunya keluarga tersebut—sebagai "noda pada hati nurani kemanusiaan". Menurut Ghannam, tentara Israel menembakkan gas air mata ke arah warga dan kendaraan yang mencoba melintas, sementara bayi dalam kondisi kritis itu terpaksa menunggu di tengah kepungan asap. Ambulans yang seharusnya menjemput sudah bersiaga di sisi lain pos pemeriksaan.

"Sasaran kebijakan ini adalah anak-anak, baik melalui serangan militer, pembunuhan langsung, atau dengan menghalangi akses mereka terhadap layanan kesehatan hingga meninggal di pos pemeriksaan," kata Ghannam dalam pernyataannya di Facebook.

Bayi Sebelumnya Tewas Ditembak di Hebron
Ini bukan kali pertama nyawa bayi melayang akibat kebijakan Israel di Tepi Barat. Pada 5 Juni 2026, Sam Fahd Abu Haikal, bayi berusia tujuh bulan, tewas setelah pasukan Israel menembaki kendaraan keluarganya di kawasan Tel Rumeida, Hebron selatan. Orang tua bayi mengalami luka ringan.

Militer Israel awalnya mengatakan tentara menembak karena merasa terancam oleh kendaraan yang melaju kencang. Namun, penyelidikan awal menemukan bahwa ketiga penumpang adalah warga sipil tak bersenjata. Militer Israel kemudian membuka penyelidikan formal oleh Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Militer atas insiden tersebut. PBB menyerukan perlindungan bagi warga sipil Palestina dan meminta pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional.

Ratusan Hambatan Gerak dan Krisis Kesehatan
Kematian dua bayi dalam kurun waktu satu bulan mencerminkan krisis akses kesehatan yang memburuk di Tepi Barat. Hingga April 2026, PBB mencatat 925 hambatan pergerakan di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Pos pemeriksaan dan gerbang jalan menyumbang hampir 60 persen dari total hambatan tersebut. Sekitar 3,4 juta warga Palestina terkena dampaknya secara permanen atau bergantian.

Serangan terhadap tenaga medis dan ambulans juga meningkat. Sejak Oktober 2023, tercatat setidaknya 987 serangan pada fasilitas kesehatan di Tepi Barat, yang mengakibatkan kematian, cedera, dan kerusakan ratusan ambulans. Seorang dokter di Lembah Yordania melaporkan kasus bayi perempuan berusia empat bulan yang meninggal karena keluarganya tidak diizinkan melintasi pos pemeriksaan untuk menuju rumah sakit terdekat.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 1.087 warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak Oktober 2023, seiring meningkatnya kekerasan setelah perang di Gaza.


SADAQA MULIA MUBARAKA
GRIYA SADAQA • Jl. Ciputat Raya No.6, RT.6/RW.6,
Pd. Pinang, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12310, Indonesia

ORGANIZATIONS

PROGRAMS

Indonesia Bersedekah
Suara Kemanusiaan
Daurah Maqdisiyyah
Sadaqa Talk Forum
Forum Qur'an Sadaqa

VISITORS

0000000001264558
Today: 41
This Week: 210
This Month: 488
Total: 1,264,558