Pemerintah Inggris memberikan pendanaan sebesar 90 ribu poundsterling untuk sebuah laporan yang disusun oleh kelompok Israel bernama The Dinah Project, yang mengklaim mendokumentasikan kasus-kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh Hamas selama serangan 7 Oktober 2023.
Pendanaan tersebut mencakup sekitar 75% dari anggaran laporan tersebut, yang kemudian digunakan oleh pemerintah Israel sebagai alat propaganda utama di hadapan organisasi internasional dan media global.
Laporan yang diterbitkan dengan judul “A Quest for Justice: October 7 and Beyond” itu dinilai mengandalkan bukti yang lemah dibandingkan dengan praktik internasional standar dalam penyelidikan kekerasan seksual.
Bahasanya menggambarkan para peserta serangan tersebut sebagai “gerombolan brutal yang tidak memiliki batasan moral apa pun.” Setelah dipublikasikan, laporan itu digunakan dalam kampanye propaganda Israel secara luas, termasuk iklan digital bernilai miliaran shekel serta presentasi dalam pidato di hadapan Dewan Keamanan PBB dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Para kritikus menyebut pendanaan Inggris tersebut sebagai bentuk keterlibatan politik dalam mendukung kampanye propaganda Israel, terutama mengingat kegagalan Inggris untuk mendanai penyelidikan serupa terkait kekerasan seksual yang dilakukan terhadap warga Palestina di Gaza.•••
