Info Terkini

Menyorot Gerakan Global Free Palestine: Pengakuan Bertambah, Tanah Tak Berubah?

Menyorot Gerakan Global Free Palestine: Pengakuan Bertambah, Tanah Tak Berubah?

Film dokumenter ini memenangkan penghargaan di Venesia. Isinya: kesaksian personel intelijen Israel tentang sistem AI bernama "Lavender" yang membunuh dengan tingkat kesalahan 10 persen. Sementara itu, di New York, Menlu RI menyerukan persatuan OKI—dan di Dublin, Perdana Menteri Irlandia mengatakan dunia akan menanggung rasa malu.

Pada 24 September, Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pertemuan koordinasi tahunan OKI di New York menyerukan 57 negara anggota memanfaatkan momentum pengakuan internasional terhadap Palestina untuk mendorong kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan kekerasan Israel di Gaza dan perluasan permukiman di Tepi Barat sedang "menghalangi terwujudnya solusi dua negara".

Di forum yang sama, Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin mengatakan ketika kebenaran tentang Gaza akhirnya terungkap sepenuhnya, "dunia akan menanggung rasa malu". Ia mengecam perluasan permukiman Israel di Tepi Barat sebagai tindakan yang "sengaja membuat solusi dua negara menjadi mustahil".

Sementara itu, sebuah film dokumenter karya sutradara Israel Yuval Abraham berjudul "NAZA" (bahasa Ibrani untuk "kerusakan sampingan") memenangkan Penghargaan Khusus Juri di Venesia, dan akan tersedia gratis di situs The Guardian pada November. Film ini berdasarkan kesaksian personel intelijen militer Israel, mengungkap penggunaan sistem AI "Lavender" untuk identifikasi target pembunuhan, dengan tingkat kesalahan mencapai 10 persen.

Institut Perdamaian Internasional Global Observatory pada 24 September menulis bahwa pengakuan diplomatik semata tidak cukup mengubah realitas di lapangan. Diperlukan langkah konkret—meningkatkan perwakilan diplomatik di Palestina menjadi kedutaan penuh, menandatangani perjanjian perdagangan independen dengan Palestina, dan menantang kendali Israel atas ekonomi Palestina.

Pengakuan kini berjumlah 160 negara. Tapi di Gaza, tidak ada satu inci pun tanah yang berubah karenanya. Ketika "pengakuan transformatif" menjadi kata kunci baru, pertanyaannya sederhana: apakah dunia hanya mampu mengakui, tanpa pernah benar-benar bertindak?•


SADAQA MULIA MUBARAKA
GRIYA SADAQA • Jl. Ciputat Raya No.6, RT.6/RW.6,
Pd. Pinang, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12310, Indonesia

ORGANIZATIONS

PROGRAMS

Indonesia Bersedekah
Suara Kemanusiaan
Daurah Maqdisiyyah
Sadaqa Talk Forum
Forum Qur'an Sadaqa

VISITORS

0000000001266334
Today: 24
This Week: 119
This Month: 61
Total: 1,266,334