Selama tiga tahun terjadi Genosida, tepatnya sejak 7 Oktober 2023, agresi tak henti meratakan pemukiman dan memicu krisis ekstrem, kelaparan meluas, air bersih makin langka, dan fasilitas medis lumpuh total. Penderitaan warga Palestina di Gaza masih terus berlanjut hingga hari ini.
Berdasarkan data yang terkumpul selama tiga tahun terakhir, dampak dari krisis ini sangat memprihatinkan:
Lebih dari 74.032 jiwa meninggal dunia, Lebih dari 175.142 orang luka-luka, 263 jurnalis gugur saat menjalankan tugas peliputan, 800 lebih guru gugur, serta 3.300 lainnya luka-luka, yang memukul berat sektor pendidikan di Gaza.
Meski kesepakatan gencatan senjata telah berjalan sejak 10 Oktober 2025, hal tersebut belum sepenuhnya menghentikan timbulnya korban baru. Bencana kemanusiaan terus memakan korban, di mana data per 1 Oktober 2026 mencatat:1.439 orang meninggal dunia, 5.052 orang mengalami luka-luka.
Angka-angka ini bukan sekadar deretan data statistik, melainkan merepresentasikan nyawa, keutuhan keluarga, dan masa depan warga yang terdampak. Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa meski status gencatan senjata berjalan, kondisi dan tekanan hidup yang dihadapi masyarakat Gaza masih sangat berat.
