Info Terkini

Serangan Udara Israel Kembali Hantam Tenda-tenda Pengungsi Palestina di Gaza Tengah
Featured

Serangan Udara Israel Kembali Hantam Tenda-tenda Pengungsi Palestina di Gaza Tengah

Sebuah serangan udara Israel menghantam perkemahan tenda yang menampung keluarga-keluarga pengungsi di Deir al-Balah, Gaza tengah, pada Rabu (25/3/2026), menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya tujuh lainnya.

Peristiwa ini terjadi di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung sejak 10 Oktober 2025.

Peristiwa Serangan

Ledakan dahsyat mengepulkan asap hitam tebal di atas perkemahan Al-Sitt di wilayah Deir al-Balah pada Rabu sore. Badan Pertahanan Sipil Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, melaporkan bahwa pesawat Israel menargetkan area lahan pertanian dan tenda-tenda pengungsian di selatan kota tersebut .

Akibat serangan ini, seorang pemuda bernama Abdul Rahman Qanbour, 22 tahun, dilaporkan meninggal. Jenazahnya bersama tujuh orang luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah . Kantor Berita AFP mewartakan bahwa satu orang tewas dan tujuh luka-luka, sementara Democracy Now! melaporkan satu meninggal dan delapan luka-luka berdasarkan keterangan petugas medis .

Juru bicara militer Israel menyatakan pihaknya masih menyelidiki laporan-laporan mengenai serangan ini .

Kesaksian Warga

Suhaila Khalil (57), seorang pengungsi yang tinggal di tenda di area barat kota, menceritakan pengalamannya yang mencekam kepada AFP. Ia mendengar teriakan warga yang memberitahukan adanya perintah evakuasi untuk Deir al-Balah.

"Saya memanggil anak-anak saya, lalu terdengar suara tembakan peringatan, diikuti ledakan besar lainnya," kenangnya. Menurutnya, ledakan terjadi beberapa ratus meter dari tendanya, tetapi "serpihan-serpihan menghujani tenda-tenda pengungsi" dan menyebabkan beberapa orang terluka .

Seorang saksi mata yang diwawancarai Associated Press juga membenarkan adanya panggilan peringatan dari personel militer Israel sebelum serangan, yang memerintahkan warga untuk mengungsi sekitar 500 meter dari lokasi perkemahan .

Dampak serangan ini sangat dirasakan oleh warga yang tinggal di tenda-tenda darurat. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan 15 tempat penampungan dan merusak 30 lainnya di lokasi pengungsian Deir al-Balah .

Gencatan Senjata yang Rapuh

Peristiwa ini menjadi babak terbaru dari kekerasan yang terus mengguncang wilayah Palestina, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan. Baik Israel maupun Hamas saling menuduh telah melanggar ketentuan gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober 2025 .

Kementerian Kesehatan Gaza, yang otoritasnya diakui PBB, mencatat setidaknya 689 warga Palestina telah meninggal akibat serangan Israel sejak dimulainya masa gencatan senjata hingga saat serangan terjadi. Sementara itu, militer Israel melaporkan lima personelnya tewas dalam periode yang sama akibat serangan militan di Gaza .

Angka kumulatif sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 72.000 warga Palestina meninggal dan lebih dari 171.000 luka-luka .

Kondisi kemanusiaan di Gaza pun semakin memprihatinkan. Badan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan bahwa hujan lebat telah merusak tenda-tenda pengungsi, dengan sedikitnya 120 keluarga terdampak banjir. Operasi bantuan juga terkendala oleh pembatasan impor barang-barang penting dan gangguan rantai pasokan .

Eskalasi Regional yang Lebih Luas

Serangan di Gaza ini terjadi di tengah eskalasi konflik regional yang meluas. Amerika Serikat dan Israel tengah melakukan kampanye udara terhadap Iran yang telah memasuki hari ke-27 .

Ketegangan juga meluas ke Lebanon, di mana serangan Israel dilaporkan menghancurkan infrastruktur air dan sanitasi—pola yang sama seperti yang terjadi di Gaza. Human Rights Watch mendokumentasikan penggunaan amunisi fosfor putih oleh Israel di atas wilayah pemukiman di kota Yohmor, Lebanon Selatan, pada 3 Maret 2026. Dari 248 serangan fosfor putih yang dipetakan peneliti di Lebanon selatan, 39% di antaranya menghantam area sipil .

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, ketika ditanya mengenai penggunaan fosfor putih, menghindari pertanyaan dan hanya menyatakan bahwa Israel menggunakan "amunisi yang sangat presisi" dengan "intelijen yang sangat baik" .

Sementara itu, di Yerusalem Timur yang diduduki, otoritas Israel menggusur sedikitnya 11 keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Silwan. Dilaporkan sekitar 2.200 warga Palestina di Silwan menghadapi ancaman penggusuran—tindakan yang disebut kelompok tersebut sebagai "pembersihan etnis" .

Serangan terhadap perkemahan tenda di Deir al-Balah menyoroti kerapuhan gencatan senjata di Gaza dan tingginya risiko yang terus dihadapi oleh warga sipil yang mengungsi. Dengan korban jiwa yang terus berjatuhan di tengah kondisi tempat penampungan yang rusak akibat cuaca dan serangan, komunitas internasional dihadapkan pada tantangan berat untuk memastikan perlindungan warga sipil dan upaya kemanusiaan yang berkelanjutan di wilayah tersebut.•••


SADAQA MULIA MUBARAKA
GRIYA SADAQA • Jl. Ciputat Raya No.6, RT.6/RW.6,
Pd. Pinang, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12310, Indonesia

ORGANIZATIONS

PROGRAMS

Indonesia Bersedekah
Suara Kemanusiaan
Daurah Maqdisiyyah
Sadaqa Talk Forum
Forum Qur'an Sadaqa

VISITORS

0000000001260880
Today: 138
This Week: 723
This Month: 2,022
Total: 1,260,880