Gaza – Sepuluh negara, termasuk Kanada dan Inggris, menyatakan keprihatinan serius atas memburuknya kembali situasi kemanusiaan di Gaza, dan menggambarkan kondisi di wilayah tersebut sebagai “katastropik”, sementara Israel terus memblokir masuknya bantuan yang sangat dibutuhkan ke Jalur Gaza yang dilanda perang, meskipun telah ada gencatan senjata.
Hujan lebat merendam puluhan tenda yang menampung warga Palestina terlantar di Gaza selatan pada Selasa, menurut kesaksian warga di tengah cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.
Lebih dari 214.000 warga Palestina yang terlantar menghadapi kerentanan ekstrem selama musim dingin karena akses kemanusiaan ke Gaza tetap sangat terhambat, menurut peringatan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Militer Israel telah melancarkan serangan udara di Gaza dalam ujian terbaru terhadap gencatan senjata yang dimulai pada 10 Oktober. Pejabat kesehatan di Gaza melaporkan sedikitnya 24 orang tewas dan 54 terluka, termasuk anak-anak.
Gaza — Menjelang musim dingin yang diperkirakan akan menjadi salah satu yang terberat dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza masih hidup dalam kondisi darurat tanpa tempat tinggal memadai dan pasokan makanan yang cukup.
- UNICEF: Israel Membunuh Dua Anak Setiap Hari di Gaza Meski Ada Gencatan Senjata
- Berapa Kali Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza?
- Lebih dari 70 Atlet Menyerukan UEFA Untuk Memutus Hubungan Dengan Israel
- Meskipun Ada Gencatan Senjata, Israel Secara Terang-Terangan Gunakan Bantuan sebagai Senjata terhadap Warga Palestina
