Gaza — Badai baru diperkirakan akan melanda Jalur Gaza dalam waktu dekat, memperparah penderitaan ratusan ribu warga Palestina yang hidup sebagai pengungsi di tenda-tenda darurat yang tidak layak menghadapi cuaca ekstrem musim dingin.
Gaza — Serangan Israel kembali melukai warga sipil di berbagai wilayah Jalur Gaza, menandai pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober. Tembakan pasukan Israel, serangan udara, dan bombardir artileri dilaporkan terjadi hampir setiap hari, sementara situasi kemanusiaan di wilayah yang terkepung itu kian memburuk.
Amerika Serikat mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata di Gaza, yang berfokus pada pembentukan komite teknokrat Palestina yang bertugas mengelola kehidupan sehari-hari di Jalur Gaza selama masa transisi. Pengumuman tersebut disampaikan oleh utusan Donald Trump, Steve Witkoff, namun tanpa rincian konkret atau nama-nama, dan bergantung pada persetujuan sebuah “dewan perdamaian” yang diketuai Trump—yang hingga kini belum terbentuk.
- Badai Musim Dingin Hantam Gaza, 65.000 Rumah Tangga Terdampak
- “Katastropik”: Sepuluh Negara Peringatkan Memburuknya Kembali Situasi Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel
- Puluhan Tenda Pengungsi Palestina di Gaza Terendam Akibat Hujan Lebat
- Musim Dingin Tiba, Krisis Gaza Makin Parah Akibat Akses Bantuan yang Terbatas
